BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dengan dibuatnya tugas karya tulis ini,kami sebagai pihak penyaji ingin memberitahukan tentang sejarah Candi Borobudur dari perjalanan kami ke tempat wisata.Kami ingin menggambarkan Candi Borobudur dalam bentuk tulisan dan gambar.Agar pembaca sekiranya dapat mengetahui gambaran tentang Candi Borobudur tanpa harus pergi ke tempat tersebut.
2.1 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan karya tulis ini yaitu untuk memenuhi tugas ujian praktek Bahasa Indonesia kami dapat terpenuhi.
Agar para pembaca dapat menambah wawasannya mengenai Candi Borobudur,serta mengetahui tata cara membuat karya tulis yang baik.
1
2.2 Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan karya tulis ini adalah untuk menambah pengetahuan serta sejarah tempat-tempat bersejarah di Indonesia yang kaya akan peninggalan-peninggalan sejarahnya.Agar kita bisa menggali lebih dalam lagi bagaimana orang-orang zaman dahulu membangun bangunan megah tanpa fasilitas yang cukup memadai.Sehingga kita bisa mengambil pelajaran bagaimana kehidupan orang-orang zaman dahulu yang tergambar di relief-relief Candi Borobudur serta kebudayaan-kebudayaan masyarakat yang menganut agama Buddha.
BAB II
DESKRIPSI OBJEK
2.1 Sejarah Candi Borobudur
Borobudur merupakan salah satu peninggalan sejarah terindah dan terbaik di dunia yang tercatat dalam peninggalan sejarah dunia.Candi Borobudur adalah bangunan agama Buddha terbesar didunia dan telah di akui sebagai peninggalan sejarah terbesar yang pernah dibuat oleh manusia dan hingga kini selalu dikunjungi oleh jutaan domestik maupun mancanegara.
Bangunan Candi Borobudur berbentuk limas berunduk dan apabila dilihat dari atas merupakan suatu bujur sangkar.
Secara keseluruhan bangunan Candi Borobudur terdiri dari 10 tingkat yang masing-masing tingkat mempunyai maksud tersendiri dan Candi Borobudur dibagi lagi dalam tiga bagian yang terdiri dari bagian kaki atau baagian bawah (Kamadhatu),bagian tubuh atau bagian pusat (Rupadhatu) dan bagian puncak(Aruphadatu).
3Kamadhatu digambarkan dengan alam bawah atau dunia hasrat atau nafsu.Dalam dunia ini manusia terikat pada hasrat atau nafsu dan bahkan dikuasai oleh hasrat dan kemauan atau nafsu.Ruphadatu digambarkan dengan dunia rupa,bentuk,wujud.Dalam dunia ini manusia telah meninggalkan hasrat,nafsu tetapi masih terikat pada nama dan rupa,wujud,bentuk bagian ini terdapat pada bentuk bujur sangkar 1-5.Kemudian,Arupadhatu digambarkan dengan alam atas atau dunia tanpa rupa,wujud,bentuk.Pada tingkat ini,manusia telah bebas sama sekali dan telah memutuskan untuk selama-lamanya segala ikatan kepada dunia fana,bentuk ini terdapat pada teras bundar I,II,dan III beserta stupa induknya.
2.2 Letak Geografis Candi Borobudur
Letak Candi Borobudur memang diatas perbukitan didesa Borobudur,Mungkid,Kab.Magelang atau 42 km sebelah laut kota Yogyakarta.Candi Borubudur ini dikelilingi bukit Manoreh yang membujur dari arah timur ke barat.Sementara disebelah timur terdapat gunung merapi dan merbabu,serta disebelah barat ada gunung Sindoro dan Sumbing
2.3 Benda-Benda yang terdapat di Candi Borobudur
2.3.1 Stupa-Stupa
Candi Borobudur di bagi menjadi 2 stupa,yaitu :
2.3.1.1 Stupa Induk
Stupa ini berukuran lebih besar dari stupa-stupa yang lain,memiliki garis tengah 9,90 m dan tingginya 7 m dari bagian bawah pinakel.Stupa induk tertutup rapat sehingga orang tidak bisa melihat bagian dalamnya.Didalamnya terdapat ruangan yang sekarang tidak berisi.
2.3.1.2 Stupa Berlubang
Stupa berlubang atau berterawang adalah stupa yang terdapat pada teras bundar I,II dan III dimana didalamnya ada 72 buah yang terinci menjadi 32 stupa berlubang pada teras bundar pertama,24 stupa berlubang pada teras bundar kedua,16 stupa berlubang pada teras bundar ketiga.
Stupa mengandungi 5 tingkat :
Empat yang pertama mengandungi patung Buddha sambhoga-kaya keempat penjuru (seperti Amitabha dan Aksobhya),dari Pantheon Mahayana.Tingkat kelima khas bagi menggambarkan Buddha Vairocana,yang biasanya di kaitkan dengan pusat.
Tingkat kelima diliputi dengan tiga pelantar bulat,di mana 72 stupa di atur mengelilingi satu stupa besar di tengah.
2.3.2 Patung
Candi Borobudur memiliki patung Budha dengan jumlah 504 buah yang di tempatkan pada relung-relung yang tersusun berjajar pada sisi pagar langkan dan pada teras bundar (Aruphadatu).
Apabila kita melihat sekilas patung Budha itu nampak serupa semuanya,tetapi sesungguhnya ada juga perbedaan-perbedaannya.Perbedaan yang sangat jelas adalah sikap tangan atau yang disebut Mudra yang merupakan khas untuk setiap patung.Mudra-mudra itu di antaranya :
1. Bhumisparca Mudra
Menggambarkan sikap tangan sedang menyentuh tangan.Tangan kiri terbuka dan menengadah dipangkuan,sedangkan tangan kanan menempel pada lutut kanan dengan jari-jarinya menunjuk ke bawah.Hal ini melambangkan saat Sang Buddha memanggil Dewi Bumi sebagai saksi ketika ia menangkis serangan iblis mara.Patung ini menghadap ke Timur Langkan I-IV Mudra ini tanda khusus bagi Dhyani Buddha Aksobhya sebagai penguasa Timur.
2. Abhaya Mudra
Menggambarkan sikap tangan sedang menenangkan dan menyatakan “jangan khawatir” tangan kiri terbuka dan menengadah dipangkuan,sedangkan tangan kanan diangkat sedikit di atas lutut kanan dengan telapak menghadap ke muka.Patung ini menghadap ke utara langkan I-IV dan merupakan tanda khusus bagi Dhayani Budha Amogasidha yang berkuasa di utara.
3. Dhani Mudra
Menggambarkan sikap samedi,kedua tangan diletakkan dipangkuan,yang kanan diatas yang kiri dengan telapaknya menengadah dan kedua jempolnya saling bertemu.Patung ini menghadap ke Barat di langkan I-IV dan merupakan tanda khusus bagi Dhayaini Budha Amitabha yang menjadi penguasa daerah Barat.
4. Wara Mudra
Melambangkan pemberian amal.Sepintas sikap tangan ini nampak serupa dengan Bhumisparca-Mudra tetapi telapak tangan yang kanan menghadap ke atas sedangkan jari-jarinya terletak di lutut kanan.Dengan mudra ini dapat di kenali Dhyani Budha Ratna Sambawa yang bertahta di selatan.Letak patung ini di langkan I-IV menghadap ke selatan.
5.Dharmacakra Mudra
Melambangkan gerak memutar roda dharma.Kedua tangan diangkat sampai ke depan dada,yang kiri di bawah yang kanan.Tangan di kiri itu menghadap ke atas,dengan jari manisnya.Patung ini terletak di relung langkap V dan di teras Budha I,II,III.
2.4 Manfaat Candi Borobudur
2.4.1 Untuk Masyarakat Sekitar
Menumbuhkan perekonomian rakyat sekitar.Karena dengan adanya Candi Borobudur,masyarakat sekitar mempunyai lapangan pekerjaan dengan cara berdagang menjual souvenir,makanan,buku-buku tentang Borobudur dsb,sehingga kehidupan mereka menjadi sejahtera.
2.4.2 Untuk Dunia Pendidikan
Di Candi Borobudur terdapat gambaran tata cara kehidupan masyarakat Budha pada jaman dahulu serta gambaran bagaiman cara agar seseorang dapat meraih nirwana .Selain itu kita juga dapat mengetahui sejarah pembuatan Candi Budha terbesar didunia yang termasuk dalam 7 keajaiban dunia.
Selain itu kita juga dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang arsitektur Budha.yang terdapat di relief,bentuk stupa dan patung-patung yang terdapat di Candi Borobudur.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Dengan dibuatnya karya tulis ini,diharapkan para pembaca mendapat gambaran mengenai Candi Borobudur dalam bentuk tulisan dan gambar yang telah kami susun.
3.2 Saran
Seharusnya keamanan peninggalan situs-situs bersejarah seperti Candi Borobudur lebih ditingkatkan lagi agar benda-benda peninggalan bersejarah tidak rusak dan tetap terpelihara.
12
BIODATA PENYUSUN
Nama : Dewi Sri Maryati
Kelas : XII IPA 4
Ttl : Jakarta, 22-05-1991
Hobby : Read the Novel
Motto : Hidup ini terlalu singkat untuk melakukan hal yang tak berguna
Nama : Siti Hapsah
Kelas : XII IPA 4
Ttl : Tangerang, 26-01-1990
Hobby: Makan dan minum
Motto : Tiada hari tanpa makan dan minum
Nama : Tatu Zakiyah
Kelas :XII IPA 4
Ttl :Bogor, 09-11-1990
Hobby: Dengerin Musik
Motto :Musik adalah inspirasi
Nama :Yusi Aprina
Kelas :XII IPA 4
Ttl : Tangerang, 09-04-1990
Hobby: Nonton NARUTO
Motto :Never Frown …..!U’ll never know who will fall in love with u’r smile
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar