Selasa, 20 Januari 2009

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berbagai macam kebudayaan bersejarah yang tersebar di seluruh nusantara Indonesia,dan dengan seiringnya kemajuan zaman, Namun pelestarian atas berbagai macam kebudayaan tersebut kurang mendapatkan perhatian dari seluruh masyarakat dan kecintaan akan kebudayaan – kebudayaan Indonesia itu kurang begitu tinggi.

Dalam laporan ini, kami mengangkat salah satu obyek bersejarah yaitu candi Prambanan, Candi Prambanan yang merupakan peninggalan bersejarah bagi perkembangan agama Hindu yang masuk ke bangsa Indonesia untuk pertama kalinya. Selain itu juga, Candi Prambanan merupakan situs warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO. Sehingga kami pun terdorong untuk lebih mencari berbagai informasi tentang sisi – sisi sejarah yang telah terjadi pada candi Prambanan. Dan juga kami ingin mengembangkan pengetahuan dari segi arsitektur candi Prambanan.

1
2.2 Tujuan Penulisan

Tujuan pembuatan karya tulis ini agar mendapatkan nilai praktik Bahasa Indonesia dan kami ingin mempelajari sejarah dari candi Prambanan, dan juga kami ingin mendapatkan informasi – informasi lain dari candi Prambanan yang dapat memperluas wawasan kami.

2.3 Manfaat Penulisan

Manfaat yang di dapat dalam penyusunan laporan ini adalah :
1. Menambah wawasan dan pengetahuan sejarah
2. Belajar menyusun laporan sesuai dengan ketentuan
3. Dapat pengalaman dalam tata cara penulisan laporan
4. Mempererat kerja kelompok dalam penyusunan laporan







BAB II
DESKRIPSI OBJEK

2.1 Sejarah Objek

3Prambanan berasal dari kata para dan brahmana. Para yang berarti banyak dan brahmana yang berarti orang suci hindu jadi prambanan dapat di artikan sebagai prasasti-prasasti orang suci hindu. Candi prambanan adalah kelompok percandian hindu yang dibangun oleh raja-raja dinasti sanjaya pada abad IX tepatnya pada tahun 778 tahun saka. Ditemukannya nama pikatan pada candi ini menimbulkan pendapat bahwa candi ini di bangun oleh rakai pikatan yang kemudian di selesaikan oleh rakai balitung berdasarkan prasasti berangka pada tahun 856 M. “PRASASTUI SIWARGHA” sebagai manifest politik untuk meneguhkan kedudukannya sebagai raja yangt besar. Terjadinya perpindahan pusat kerajaan mataram ke jawa timur berakibat tidak terrawatnya candi-candi di daerah ini ditambah terjadinya gempa bumi serta beberapa kali meletusnya gunung merapi menjadikan Candi Prambanan runtuh, tinggal puing-puing batu yang berserakan. Sungguh menyedihkan itulah keadaan pada saat ditemukannya kembali candi prambanan.
Usaha pemugaran yang di laksanakan pemerintah Hindia Belanda berjalan sangat lamban dan akhirnya pengerjaan pemugaran yang sangat berharga itu diselesaikan oleh bangsa Indonesia.
Pada tanggal 20 Desember 1953 pemugaran candi induk Loro Jongrang secara resmi dinyatakan selesaioleh Ir. Soekarno sebagai presiden Republik Indonesia pertama.

Sampai sekarang pengerjaan pemugaran di lanjutkan, yaitu pemugaran Candi Brahma dan Candi Wisnu. Candi Brahma dipugar mulai tahun 1977 dan selesai di resmikan pada tanggal 23 Maret 1987. sedangkan Candi Wisnu mulai di pugar pada tahun 1982, selesai dan di resmikan oleh Bapak Presiden Soeharto pada tanggal 27 April 1991.

2.2 Letak Geografis

Candi Loro Jongrang yang disebut Candi Prambanan tletak persis di perbatasan Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Propinsi Jawa Tengah, kurang lebih 17 km kearah timur Kota Yogyakarta ataukurang lebih 53 km sebelah barat solo. Kom[lek percandian prambanan ini masuk kedalam 2 wilayah yakni komplek bagian barat masuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan bagian timur masuk wilayah Propinsi Jawa Tengah. Percandian Prambanan berdiri di sebelah timur sungai Opak kurang lebih 200 m sebelah utara Jalan raya Yogya-Solo.

2.3 Benda-benda yang terdapat dalam Candi Prambanan

Gugus candi ini dinamakan “Prambanan” karena terletak di daerah Prambanan. Nama Loro Jongrang berkaitan dengan legenda yang menceritakan tentang seorang deara yang jongrang atau gadis jangkung putri prabu Boko. Loro berarti gadis dan Jongrang yang berarti cantik, jadi Loro Jongrang dapat diartikan juga gadis cantik.

2.3.1 Candi Apit

Luas dasarnya 6 meter persegidengan tinggi 16 meter. Ruangannya kosong. Mungkin candi ini di pergunakan untuk bersemedi sebelum memasuki candi-candi induk. Karena keindahannya yang mungkin digunakan untuk menanamkan estetika dalam komplek percandian Prambanan.



2.3.2. Candi Angsa

Candi ini mempunyai satu ruangan yang tak berisi apapun. Luas dasarnya 13 meter persegi dan tingginya 22 meter. Mungtkin ruangan ini hanya dipakai untuk kandang angsa hewan yang biasa di kendarai oleh Brahma.

2.3.3 Candi Brahma

Luas dasarnya 20 meter persegi dan tingginya 30 meter. Didalam satu satunya ruangan berdiri Arca Brahna berkepala empat dan berlengan empat. Arca ini sebenarnya sangat indah tetapi sudah rusak. Salah satu tangannya memegang tasbih yang satunya memegang “KAMANDALU” tempat air. Keempat wajahnya menggambarkan keempat kitab suci weda masing-masing menghadapi keempat arah mata angina. Sebagai pencipta ia membawa air karena seluruh alam keluar dari air. Tasbih menggambarkan waktu.

Dasar kaki candi juga dikelilingi oleh selasar yang di batasi pagar langkan dimana pada dinding langkan sebelah dal;am terpahat relief lanjuutan cerita Ramayana dan relief serupa pada Candi Siwa hingga tamat.
2.3.4 Candi Siwa

Candi dengan luas dasar 34 m2 dan tinggi 47 m adalah terbesar dan terpenting.

Dinamakan Candi Siwa karena di dalamnya terdapat arca SIWA MAHA DEWA yang merupakan arca terbesar. Bangunan ini dibagi atas 3 bagian secara vertical kaki, tubuh dan kepala/atap, kaki candi menggambarkan “dunia bawah” tempat manusia yang masih di liputi hawa nafsu, tubuh candi menggambarkan “dunia tengah” tempat manusia yang telah meninggalkan keduniawian dan atap melukiskan “dunia atas” tempat para dewa. Gambar kosmos nampak pula dengan adnya arca dewa-dewa dan makhluk-mahluk surgawi yang menggambarkan gunung mahameru ( G. Everest di India ) tempat para dewa. Petrcandian Prambanan merupakan reflika gunung itu terbukti dangan adanya arca-arce dewa lokapala yang terpahat pada kaki Candi Siwa. Empat puintu masukpada candi itu sesuai dengan keempat arah mata angin.

Pintu utama menghadap ke timur dengan tangga masuknya yang terbesar.dikanan kiri terdapat dua arca raksasa penjaga dengan membawa gada yang merupakan manifestasi dari siwa.

Didalam candi terdapat empat ruangan yang menghadap keempat arah mata angin dan mengelilingi ruangan terbesar yang ada di tengah-tengah.

Kamar terdepan kosong, sedangkan ketiga kamar lainnya masing-masing berisi arca-arca: siwa maha guru, ganesa dan durga. Dasar kaki candi dikelilingi selaras yang di batasi oleh pagar langkan.

Pada dinding langkan sebelah dalam terdapat relief cerita Ramayana yang dapat diikuti dengan cara “PRADAKSINA” (berjalan searah jarum jam) mulai dari pintu utama. Hisan hiasan pada dinding sebelah luar berupa “Kinari-Kinari” (mahluk bertubuh burung berkepala manusia) “KALAMAKARA” (kepala raksasa yang lidahnya berwujud sepasang mitologi) dan mahluk surgawi lainnya. Atap candi bertingkat-tingkat dengan susunan yang amat komplek masing-masing dihiasi sejumlah “ratna” dan puncaknya terdapat “ ratna” terbesar.

2.3.5 Candi Wisnu

Bentuk, ukuran relief dan hiasan dinding luasnya sama dengan candi brahma. Didalam satu-satunya ruangan yang ada berdirilah Arca Wisnu bertangan empat yang memegang gada cakra, tiran. Pada dinding langkan sebelah dalam terdapat relief cerita kresna sebagai “AVATARA” atau penjelmaan wisnu dan balarama (baladewa) kiakaknya.

2.3.6 Candi Nandi

Luas dasarnya 15 m persegi dan tingginya 25 m. didalam satu-satunya ruangan yang ada terbaring arca seekor lembu jantan dalam sikap merdeka dengan panjang kurang lebih 2 m. disudut belakangnya terdapat Arca Dewa Candra. Candra yang bermata 3 bertiri di atas kereta yang di tarik 10 ekor kuda. Surya berrdiri di atas kereta yang di tarik oleh 7 ekor kuda. Candi ini sudah runtuh.

2.3.7 Candi Garuda

Bentuk ukuran serta hiasan dindingnya sama dengan candi angsa. Di dalam satu-satunya ruangan terdapat arca kecil yang berwujud seekor naga. Garuda adalah kendaraan wisnu.

2.3.8 Candi Kelir
Luas dasarnya 1,55 m2 dengan tinggi 4,10 m. candi ini tidak memiliki tangga masuk. Fungsinya sebagai penolak bala.
2.4 Manfaat Candi Prambanan bagi lingkungan sekitar

Dengan adanya Candi Prambanan menunjukkan bahwa kita memperoleh manfaat, antara lain :

2.4.1 Manfaat Bagi Masyarakat

Selain bagi dunia pendidikan, keraton juga sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat sekitar, terutama dalam bidang perekonomian. Keraton telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Misalnya, banyak masyarakat yang berjualan disekitar lingkungan keraton, baik makanan maupun cenderamata. Ada juga yang menyediakan jasa transportasi.

Pengunjung Candi berasal dari wisatawan domestik maupun wisatawan asing. Keraton juga memberikan keuntungan bagi pemerintah, karena dengan adanya wasitawan baik domestik maupun wisatawan asing akan memberikan devisa.

Bagi masyarakat Yogyakarta, Candi juga dapat menyerap tenaga kerja, sehingga jumlah pengangguran dapat ditekan. Yogyakarta yang merupakan kota pelajar, kota budaya dan kota sejarah merupakan tujuan para kaum urban dan para pelajar dari berbagai penjuru Indonesia. Yogyakarta merupakan tempat bertumnya berbagai jenis budaya dan adat yang dibawa oleh kaum pendatang.

Yogyakarta juga merupakan kota bersejarah bagi bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Di Yogyakarta pernah terjadi perlawanan tentara Indonesia yagn dikenal dengan serangan 1 Maretnya. Yogyakarta juga pernah menjadi Ibu kota Negara Indonesia di masa Indonesia sedang darurat. Istana Negara di Jakarta dipindahkan ke Yogyakarta, guna mempertahankan martabat bangsa Indonesia dari penjajah.


2.4.2 Manfaat Bagi Pendidikan
Bagi dunia pendidikan keraton merupakan tempat kajian ilmu, khususnya ilmu sejarah. Siswa atau kalangan pendidikan dapat menggalai sejarah masa lampau dan mempelajari kehidupan di masa lalu. Dengan mengetahui sejarah berdirinya maupun pada masa kejayaannya maka para siswa atau pelajar akan sadar betapa besar peradaban bangsa kita dimasa lalu. Candi Prambanan adalah salah satu peninggalan sejarah dan budaya yang harus dilestarikan dan dijaga agar nilai-nilai bangsa ini tidak jatuh. Dikalangan pelajar, keraton merupakan bukti dari betapa tinggi peradaban budaya bangsa kita pada waktu dulu.

Dengan mempelajari sejarah dan budaya masa lalu, pelajar akan mengerti perjuangan para pendahulu dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan bangsa ini. Kewajiban para pelajar dalam mengisi kemerdekaan adalah dengan melestarikan budaya dan tempat-tempat bersejarah yang berada bumi Indonesia ini.














BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1
Kesimpulan

Dari hasil observasi ke Candi Prambanan sebagai salah satu peninggalan sejarah bangsa Indonesia adalah :
1. Prambanan berasal dari kata para dan brahmana. Para yang berarti banyak dan brahmana yang berarti orang suci hindu jadi prambanan dapat di artikan sebagai prasasti-prasasti orang suci hindu
2. Candi prambanan adalah kelompok percandian hindu yang dibangun oleh raja-raja dinasti sanjaya pada abad IX tepatnya pada tahun 778 tahun saka.
3. Pada tanggal 20 Desember 1953 pemugaran candi induk Loro Jongrang secara resmi dinyatakan selesaioleh Ir. Soekarno sebagai presiden Republik Indonesia pertama.




3.2 Saran

1. Kita sebagai generasi muda harus melestarikan kebudayaan Indonesia dengan menjaga keutuhan keraton dan nilai seninya.
2. Mengungkapkan Candi Prambanan dengan menulis sejarah Candi tersebut ke dalam sebuah karya tulis guna kepentingan untuk melestarikan sejarah kebudayaan Indonesia.
3. Candi Prambanan harus dijaga keutuhannya dan keasliannya agar tetap terlihat nilai-nilai sejarahnya.












DAFTAR PUSTKA

Murdani, Hadiatmatja, M. Sejarah Candi Prambanan, Museum Candi Prambanan. 1978.

KRT, Hudoprayogo. Arti dan Makna Candi Prambanan, CV. Prayogo. Yogyakarta. 1994.















15

LEMBAR PENGESAHAN


Karya Tulis yang berjudul
SEJARAH CANDI PRAMBANAN
ini telah diperiksa dan disahkan pada :



Hari :

Tanggal :

Tempat : SMA PGRI 83 Legok – Tangerang




Mengetahui
Pembimbing Kepala
Materi dan Teknis SMA PGRI 83 Legok




Lewiyanti, S.Pd Drs. H. Soma









DAFTAR ISI

PENGESAHAN....................................................................... i
KATA PENGANTAR.............................................................. ii
DAFTAR ISI............................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang.................................................. 1
1.2 Tujuan Penulisan.............................................. 2
1.3 Manfaat Penulisan............................................. 3
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Sejarah berdirinya Candi................................... 4
2.2 Letak Wilayah.................................................. 4
2.3 Benda-benda disekitar Candi............................. 5
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan...................................................... 10
3.2 Saran............................................................... 11
LAMPIRAN GAMBAR










Karya Tulis
Diajukan Sebagai Tugas Ujian Praktek
Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia















DISUSUN OLEH:


BANGUN SURYANTO
NIS. 0506 1071



YAYASAN PEMBINA LEMBAGA PENDIKAN (YPLP) PGRI
SMA PGRI 83 LEGOK TANGERANG
2007/2008


KATA PENGANTAR

Puji serta syukur senantiasa kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, atas limpahan dan rahmatnya kepada kita sebagai makhluknya, jangan pernah lupa intuk menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya.

Dari pembuatan laporan ini penulis kami penulis mendapatkan banyak informasi tentang candi Prambanan khususnya bagi penulis dan umumnya bagi para pembaca.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada :
1. Drs. Soma Kepala SMA PGRI 83 Legok
2. Lewiyanti, S.Pd. Wali Kelas dan Pembimbing Materi/Teknis
3. Orang tua dan teman – teman yang telah membantu dalam pembuatan laporan ini.
4. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan karya tulis ini.

Penulis menyadari dalam pembuatan laporan ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu, saran – saran sangat penulis harapkan demi kesempurnaan karya tulis ini. Mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi kita semua.

Legok, Januari 2008


Penulis

Tidak ada komentar:

Posting Komentar